Friday, February 5, 2010

N A F A S - Cerpen A.Kohar Ibrahim





NAFAS

 

 

Cerpen : A.Kohar Ibrahim

 

 

 

DUDUK terhenyak di kursi putih dalam ruang kecil berdinding putih pula, aku pejamkan mata, merasa rasanya kesesakan nafas. Nafas yang menggores dalam ingatan selama hayat dikandung badan.  Beda dengan tadi, seketika keluar pintu rumah, iya memang aku terengah-engah mengayun langkah tersergah cuaca dingin campur polusi.

 

Wah ! Aku jadi tambah gelisah. Apakah ini pun suatu indikasi menurunnya daya tahan tubuhku ? Jika diingat barusan kembali dari tanah tumpah darahku, setelah beberapa lama menikmati kehangat-segaran cuaca katulistiwa. Indonesia. Situasinya memang kontras. Beda sekali. Bayangkan saja: di sana cuaca antara 25 sampai 30 drajat, sedangkan di sini 10 sampai 15 drajat… di bawah nol !

 

Mungkin saja begitu, pikirku. Coba menenangkan diri meski teriring prihatin. Pun yakin. Terbuktikan sejak keluar pintu rumah aku terus bisa melangkah menelusuri jalanan bertrotoar bagaikan digelar permadani putih setebal mata kaki. Tebal putihnya salju. Mengayun langkah seperti tertatih lantaran jalanan dingin lagi licin, hingga ke perhentian trem terdekat dan sampai waktu yang tepat. Selamat sampai menggapai tempat tujuan janjian di Klinik Saint-Jean: Servis Skaner. Di ruang tunggu aku diberi dulu minuman berupa segelas besar cairan yang nampaknya seperti limun namun rasanya manis kemanisan obat. Selang satu jam, baru Pakar Skaner memanggil namaku yang kuturuti secara patuh seperti bocah sekolah tanpa masalah. Patuh sampai pada perintah supaya aku menanggalkan pakaian, kecuali hanya celana dalam saja. Semua aku lakukan dengan lumrah, lantaran berkali-kali sudah, selagi rawat-inap pun rawat-jalan dalam periode dua tahun belakangan ini. Dua tahun perjuangan hidup-mati di dalam jiwa-ragaku sendiri : melawan kangker. Begitulah, seperti sudah lazim, atas pertanyaan, apakah daku alergi atau tidak. Jawabku nyaris sepontan saja : « Non, Monsieur. » Tidak, Tuan.

 

Dan begitu juga kepatuhanku lumrah saja ketika tiba di depan mesin warna putih berbentuk tabung besar seperti kapsul astronout untuk perjalanan panjang ke ruang angkasa raya. Dimintanya aku membaringkan diri dengan tenang. Patuh. Tak masalah. Dibilangnya aku akan kena suntikan di tangan sebelah kanan ataukah sebelah kiri. Iya. Aku patuh. Pasrah saja. Tak masalah. Begitu jugalah aku hanya mengangguk sembari bilang : « Oui, Monsieur. » Iya. Memahami penjelasan bahwa yang disuntikkan di lengan kananku itu adalah zat obat agar supaya gambar-gambar dalam tubuhku yang direkam Skaner jelas jemelas.

 

«Nanti, kalau terasakan panas, tak usah waswas, » pesan Sang Pakar Skaner.

 

Aku mengangguk.

 

"Nanti, perhatikan – kalau disuruh tarik nafas, tariklah secara normal," pesannya lagi. "Dan kalau disuruh: tahan nafas, ya tahanlah. Sampai dibilang lagi: tarik nafas…"

 

Aku pun mengangguk lagi. Mengerti. Ah, entah sudah seberapa kali aku mengalaminya selama melakukan perawatan kesehatan di klinik besar kota Brussel ini.

 

Sekilas, ketika tubuhku masuk tabung sebagai percobaan sekalian mengepaskan letak, sempat aku senyum sembari mengingat Gargarin dan Amstrong --  para astronout kondang US dan AS. Ketika mesin Skaner itu difungsikan sepenuhnya, getarannya terasa. Juga terasa getaran di dalam tubuhku. Tetapi, seketika itu pula timbul rasa yang aneh : kepalaku terasa berat, sedang perutku mual. Dan ketika tubuhku masuk ke dalam tabung Skaner, aku merasakan rasa yang panas. Tapi sedar, rasa panas itu bukan panasnya mesin, melainkan panas dalam tubuhku. Sedar pula, ketika diminta bernafas lantas diminta untuk tahan nafas sampai bernafas lagi dengan sewajarnya. Tahap pertama itu aku lakukan tanpa masalah. Juga pada tahap yang kedua. Lancar. Meski rasanya terasa semakin panas dan mual diperut kian menjadi-jadi. Jantungku berdebar deras. Oleh karena itulah untuk tahap yang ketiga aku gagal, malah memberontak. Berontak tak bisa menahan rasa mual yang melilit perutku. Dalam mulutku mengalir zat yang rasanya manis-asam yang aneh. Aku nyaris muntah besar, tapi aku tahan sekuat bisa. Sang pakar Skaner menunda tahap yang ketiga. Dengan dibantu oleh seorang Jururawat, keduanya mendampingi aku, menyarankan supaya aku tenang : « Segera usai, segera selesai… » desis sang Pakar. Sedangkan sang Jururawat memegangi lengan kiriku seraya menyeka mulut dan leherku yang basah oleh zat yang keluar tak tertahankan.

 

Seketika aku menarik nafas panjang berupaya agar jiwaragaku tenang. Begitupun sukar untuk menghindar waswas yang datang menyerang. Semata-mata seketika itu pula datang ingatan tanpa diundang. Aku terkenang seketika, persis setahun lalu, dalam waktu rawat-inap setelah operasi besar, dalam jangka waktu 33 hari, 22 hari aku tak sadarkan diri. Dan salah satu yang paling tak terlupakan adalah justeru betapa kerasnya debaran jantung dan hatiku. Betapa berdesak-desakannya nafasku untuk keluar dari terowongan tenggorokanku. Nafasku sukar keluar atau hanya bisa bernafas pendek-pendek. Sekalipun selalu dengan bantuan oksigen lewat lubang hidungku. Sejak itu, kerap kali perasaan aneh yang mengerikan itu menyergapku. Seperti yang barusan aku rasakan.

 

 

KETIKA telingaku menangkap suara yang ringkas tegas namun ramah: "Chèr Monsieur? OK?" kontan aku mengiyakan. "Kita lanjutkan dengan Skaner terakhir, yah?"

 

OK. Beres. Tak ada masalah. Sampai aku bisa bangkit kembali dari pembaringan, dan, dengan diantar sang Jururawat aku masuk kembali ke ruang kecil. Duduk terhenyak di kursi putih karena lelah dan gelisah terasa. Perasaan yang aku tarungi dengan upaya senantiasa menyalakan asa. Setelah lengkap mengenakan busana, aku keluar kembali mengayunkan langkah. Dengan tarikan nafas lega. Insyallah. Insyallah. Insyallah. ***

 

(Januari 2010)

INI DIA CARA CEWE BERMASTURBASI

INI DIA CARA CEWE BERMASTURBASI

Mau tahu pilihan cara yang dilakukan perempuan dalam masturbasi?

Dalam buku How Big Is Big (Dr Zev Wanderer dan Dr. David Radell, 1982) disebutkan bahwa hampir semua perempuan mengandalkan rangsangan manual, alias dengan jari tangannya sendiri. Sementara 30% perempuan memanfaatkan semprotan air untuk bermasturbasi, dan sebanyak 28% yangmemanfaatkan keberadaan vibrator.

Dari sejumlah perempuan yang mengandalkan ransangan manual, ternyata 73% perempuan merangsang klirotis atau daerah vulva dengan posisi terlentang. Dan hanya 5.5% melakukan hal yang sama sambilterlungkup.

Sebanyak 47% perempuan ternyata hanya memberikan rangsangan pada daerah klitorisnya saat bermasturbasi, dan hanya 17% perempuan yang memberikan rangsangan pada klitoris sambil memasukkan jarinya ke dalam Mrs V.

Ada pula perempuan yang bermasturbasi dengan cara 'terselubung'. Sebanyak 4% dari perempuan yang memanfaatkan keberadaan obyek lembut untuk memberikan rangsangan pada klitoris/vulva. Caranya dengan menekan atau mendorong obyek lembut itu dengan area klitoris atau vulva.

Sementara sebanyak 3.0% perempuan bermasturbasi dengan menekan kedua paha bersamaan secara berirama, dan 2.0% menggunakan air saat mandi untuk mengusap area klitoris/vulva.

Pertanyaan berikutnya adalah: berapa lama waktu yang perempuan butuhkan untuk mencapai orgasme?

Sebanyak 70% perempuan mengalami orgasme dalam lima menit. Sementara beberapa perempuan mengaku bisa mencapai orgasme dalam satu menit saat bermasturbasi.-inilah.com

Wawancara Dengan Nafa Urbach

Wawancara Dengan Nafa Urbach


Mukanya imut sekali, kemasan luarnya lugu. Tubuhnya mengundang selera, mulai dari postur yang tegak, bongkahan pantat yang besar padat berisi, buah dada yang kencang dan tegak, serta mata yang sendu. Image ini seperti menggoda terus pria manapun untuk mencoba dia, tapi jarang ada yang berani karena mereka tahunya Nafa adalah gadis lugu dan baik-baik, mulutnya kerap mengatakan kutipan-kutipan berfilosofi.

Tapi itu dulu. Sudah kelewat banyak yang tahu misalnya, ia suka menenggak Long Island hingga bergelas-gelas dengan muka bersemu kemerahan karena isi kepalanya “loaded with heavy alcohol”. Itu belum cukup, tidak aneh jika alkohol bersaudara dekat dengan sex. Menurut satu penata rias bencong yang menjadi karib Nafa, ia sering menjadi perantara jika ada pria ingin “lebih intim” dengan Nafa.

Hair dresser dan make-up man ini menjadi comblang dengan sejumlah patokan-patokan. Yang dicari adalah tajir, muda, tampan, dan Nafa harus sreg duluan. Maklum, mungkin Nafa belum selihai Sarah Azhari yang bisa tutup mata tutup telinga menghadapi pria mana saja. Setelah mendengar kabar burung ini, team P. A. S segera melakukan penyelidikan terhadap artis “berpantat montok” Nafa U.

Banyak yang tidak percaya kenyataan ini, banyak yang masih menganggap dia adalah gadis alim yang salihah, dan ada juga yang langsung terhenyak ketika diberitahu hal ini lalu membantah dengan keras. Tapi setelah team P. A. S menunjukkan semua bukti dan saksi-saksi, Nafa tidak dapat mengelak lagi.
“Iya deh Mas, saya mau di wawancarai dengan jujur. Tapi saya mohon jangan disebarkan ke publik semua bukti dan saksi ini.”
Setelah mengadakan negosiasi dan sedikit ancaman kepada Nafa U, kami mulai menanyai tentang segala lika-liku kehidupannya.

Banyak orang menganggap tubuh Nafa selalu mengundang birahi setiap lelaki yang melihatnya.
“Ah, masa’ sich? Memang aku selalu merawat tubuhku dengan rajin. Sekarang aku juga lagi diet agar perutku lebih datar dan kenceng. Terus makan sayuran, dan minum jamu. Fitness aku 3 jam sehari.”
Nafa melakukan semua itu untuk mendapatkan bentuk tubuh yang lebih sempurna. Itulah salah satu sifat buruk Nafa U, dia tidak pernah puas akan dirinya sendiri.”Serakah”, itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Lalu kembali ke isu yang menerpanya, bagaimana Nafa menanggapi pengakuan dari hair dressernya.
“Iya Mas, dia benar kok. Gimana lagi ya Mas, sejak putus sama Primus aku ngga’ tau mau kusalurin kemana nafsu birahi aku. Jujur aja Mas, nafsu birahi aku besar sekali. Klo udah gitu aku buru-buru browsing internet, lihat pic-pic hardcore atau penis-penis cowok. Sambil gitu, aku ngocok vaginaku sendiri pake jari aku. Kalo di rumah, aku lihat VCD porno sambil ngocok vaginaku pake penis vibrator dari karet. Besar lo Mas, penis karetnya. Sakit sich waktu kumasukin ke vaginaku, tapi kalo udah masuk semua terus di kocok enak banget dech Mas.”

Primus Yustisio ketika dikonfirmasi team P. A. S tentang hubungan seksualnya semasa masih dengan Nafa Urbach, bersedia menceritakan tentang seorang Nafa Urbach sebenarnya.
“Nafa itu orangnya sombong dan egois, aku selalu nasehatin dia agar lebih mau peduli kepada orang lain. Tapi dia selalu marah-marah. Aku sich sabar menghadapi dia. Tapi karena bosan dengan sikapnya yang arogan itu, aku putus hubungan dengannya.”

Mengomentari tentang nafsu sex Nafa yang besar Primus mengakuinya.
“Ya Mas, nafsu sex Nafa sangat besar. Aku selalu kewalahan menghadapinya di ranjang. Kami sudah melakukan berbagai macam posisi sex yang mungkin dilakukan. Posisi yang disukai Nafa yaitu, aku di bawah sedangkan Nafa duduk di atas penisku. Jadi dia bisa mengontrol kedalaman dan kecepatan penisku dalam memeknya. Kalo saya sendiri suka doggy style. Saya bebas menusuk memeknya sampai paling dalam, sampai Nafa teriak-teriak kesakitan. Sambil kedua tangan saya meremas-remas kedua susunya yang menggantung bebas.”

“Buah dada Nafa memang indah Mas, ukurannya yang 34B itu pas dengan tubuhnya. Susunya putih bersih. Payudaranya kenyal sekali. Puting susunya yang berwarna merah kecoklatan itu lumayan lebar lo Mas, cuman ujungnya mungil. Dan kalo lagi ereksi, ujung puting susunya mencuat tegak agak keatas dan memeknya berwarna kemerahan dan ketika orgasme cairan birahinya sangat banyak keluar dari memeknya, rambut-rambut jembutnya sangat lebat sekali dan keriting Mas. Indah sekali. Bibirnya sexy sekali kan? Asal tau saja Mas, Nafa itu paling suka mengoral ****** saya. Bahkan ketika saya menyetir mobil, jika dia lagi nafsu, dia langsung memasukkan ****** saya kedalam mulutnya kemudian mengocok ****** saya dengan tangan dan mulutnya. Dia juga percaya kalo air peju meremajakan kulit wajahnya. Begitu kusemprot peju gue, dia langsung meminumnya sampai nggak tersisa sedikitpun.”.

“Saya putus dengan Nafa juga karena nafsu sex Nafa yang besar itu Mas. Bayangin aja Mas, dia sudah orgasme 12 kali tapi terus minta tambah. Sedangkan saya sudah keluar peju saya 5 kali, sampai habis. Mas, perhatikan pantat Nafa kan? Gue paling senang ngremas ama mukulin tuh pantat. Besar dan montok banget, kenyal lagi. Tapi Nafa nggak pernah mau anal sex, padahal gue pengin banget ngerasain jepitan liang anusnya. Meskipun pantat Nafa besar, lobang duburnya kecil sekali Mas. Pernah waktu dia tidur, saya coba masukin jari telunjuk saya ke liang anusnya yang dikelilingin rambut cukup lebat. Mungkin Nafa jarang sekali buang air besar, dan mungkin kotorannya kecil-kecil. Sulit sekali Mas, cuman masuk nggak ada setengah panjang jari telunjuk saya. Ketika dia mau bangun, saya buru-buru cabut lagi. Takutnya dia marah Mas.”

“Suatu malam di rumah saya, kami berhubungan badan. Aku bosan dia itu nggak puas-puas, padahal aku sudah capek sekali. Ketika saya minta berhenti, dia malah mengejek saya. Saya tersinggung sekali. Lalu saya mau memuaskan dia lagi asal kedua tangannya kuikat. Nafa setuju saja. Setelah kuposisikan menungging, kesempatan itu kupakai sebaik-baiknya, kubekap bongkahan pantatnya dengan tangan kiriku. Kemudian kumasukkan kedua jari tangan kananku ke dalam liang anusnya. Kukeluar-masukkan dengan cepat sampai agak membuka, lalu kuludahi liang anusnya yang sedikit menganga itu biar basah. Nafa marah sambil teriak-teriak. Kupaksa ia mengulum dulu ******ku sampai basah. Kemudian langsung kulesakkan ******ku yang besar dan panjang ini ke dalam pantatnya. Sangat sulit, tapi akhirnya penisku amblas seluruhnya di dalam pantat Nafa. Aku merasakan batang kejantananku dijepit oleh dubur Nafa sempit sekali sampai terasa sakit dan panas sekali didalam rongga dubur Nafa Urbach. Kemudian mulai kumaju-mundurkan ****** saya dalam pantat Nafa. Nikmat sekali.”

“Kusodomi pantat Nafa selama 20 menit, selama itu pula dia merasakan penderitaan kesakitan dan perih yang luar biasa pada pantatnya. Sambil kusodomi, kutampari kedua bongkahan pantatnya yang besar kenyal itu. Sampai pantatnya memerah dan lecet-lecet. Lalu dia pingsan karen tidak tahan sakitnya. Kemudian kusemprotkan seluruh pejuku ke dalam duburnya. Kudiamkan sejenak sambil memperhatikan batang ****** saya yang masih tertanam di dalam pantat Nafa. Ketika kucabut ****** saya, pejuku keluar dari lobang duburnya yang menganga lebar mengalir membasahi memeknya.”

“Karena dia tidak sadar-sadar, kusodomi lagi pantatnya untuk yang kedua kalinya. Meskipun Nafa belum sadar, tapi wajahnya memperlihatkan rasa sakit yang dideranya. Lobang duburnya yang tadinya mulai menyempit, kini melebar lagi. Kusemprot lagi pejuku ke liang pembuangan Nafa sampai akhirnya aku puas.

“Setelah sadar betul, kulepas tali yang mengikat lengannya. Kemudian dia bergegas berdiri dan buru-buru berpakaian. Nafa lalu mengatakan kalau dia tidak mau berhubungan dengan aku lagi. Lalu dia pergi dari rumahku, dengan berjalan agak sempoyongan. Nafa berjalan dengan kaki agak mengangkang, karena rasa sakit pada duburnya.”

Nafa kemudian menjelaskan tentang perawatan tubuhnya.
“Kalo payudara, aku rutin mengolesi permukaan payudaraku dengan cream perangsang. Cream itu merangsang otot-otot payudara aku agar selalu tegang, jadi payudaraku bisa tegak dan kencang. Selain itu aku juga pake alat setrum khusus payudara. Alat itu memiliki 2 kabel, yang dililitkan ke masing-masing kedua puting susuku. Kemudian alat tersebut mengalirkan listrik bertegangan rendah melalui kedua kabel tersebut, ke payudaraku. Urat –urat susuku kelihatan semua dan Otot-otot payudaraku berdenyut-denyut gitu Mas, agak sakit sich. Tapi lama-lama terbiasa. Itu aku lakukan agar payudaraku nggak kendur dan biar tetap tegak. Cream dan alat setrum itu aku beli dari dr. Boyke.”

Lalu apa rahasia pantat besar dan montok yang dimiliki oleh Nafa Urbach ?
“Mmm, Sebenarnya ini sangat pribadi ya Mas. Sebetulnya pantatku nggak sebesar ini. Aku pikir sudah banyak artis yang membesarkan payudara mereka. Seperti contohnya yang pasti Denada Tambunan, Sarah Azhari, Alda Rizma, Minati Atmanagara, dll. Jadi agar beda, saya putuskan untuk membesarkan pantat saya. Kemudian saya ikut terapi pembesaran pantat oleh dr. *****. Menu makan saya diatur, dan saya tidak boleh terlalu banyak duduk. Selama seminggu, sehari sekali dr. ***** menyuntikkan silikon cair ke dalam dua bongkah pantat saya. Lalu dr. Boyke juga menyuntikkan lemak untuk menutupi silikon itu, agar pantat saya lebih kenyal.”

Dengar-dengar Nafa Urbach juga sempat disetubuhi oleh dr. Boyke ?
“Begini lo Mas ceritanya. Saat terapi selesai, uangku cuman cukup membayar setengah biayanya. Aku nggak tahu kalau semahal itu. Lalu aku ngutang dulu ke bank. Tapi aku selalu menunda pembayarannya. Sampai 2 tahun kemudian, hutangku di bank besar sekali. Aku sempat bingung. Lalu dr. Boyke bilang kalau dia mau membayar hutangku, dengan syarat aku harus mau kalau dia ingin memakai pantatku untuk pelampiasan nafsunya. Karena kupikir kalo pantatku juga sudah pernah disodomi oleh Primus, maka kuterima tawaran dr. Boyke tersebut.”

“Di ruang kerjanya itulah dr. Boyke untuk pertama kalinya menyodomi pantatku yang montok ini, yang merupakan hasil karyanya. Agak sulit ketika pertama dimasukkan, tapi tidak sesulit waktu pertama kalinya aku disodomi oleh Primus. Lubang duburku yang sudah sempat menyempit dan rapat lagi setelah disodomi Primus kini membuka dan melebar lagi. Terasa sakit sekali, karena ternyata penis dr. Boyke lebih besar dari milik Primus. Aku menahan rasa sakitku. Tapi akhirnya aku menjerit juga karena tidak tahan, tapi dr. Boyke buru-buru menutup mulutku dengan tangannya. Untuk membayar hutangku di dr. Boyke, aku harus rela rutin ke tempat kerjanya seminggu sekali untuk menerima setoran sperma dr. Boyke ke dalam duburku.”

CIRI2 Cowok Penjahat Kelamin

CIRI2 Cowok Penjahat Kelamin

Ini saya copas dari forum tetangga:

Coba cek pacar, suami, teman atau mungkin Anda sendiri, apakah mempunyai ciri2 seperti ini? Ini adalah ciri-ciri cowok penjahat kelamin:
  1. Selalu berpenampilan trendy dan wangi.
  2. Pandai membuat kata-kata pujian kepada setiap wanita yang ditemuinya, dengan tujuan agar wanita tersebut terbuai dan tersanjung dengan kata2nya.Selalu menyebut kata-kata “sayang, honey atau say”, bila berbicara dengan setiap wanita.
  3. Selalu bersemboyan “ladies first” terhadap setiap wanita, seperti membukakan pintu mobil, menarik kursi dan mempersilahkan duduk wanita tersebut saat dinner, dll.
  4. Apabila melihat wanita itu adalah targetnya, maka setelah memandang wajahnya, dia akan melihat payudara dan pinggul wanita tersebut sambil membayangkan wanita tersebut tanpa busana saat berhubungan intim dengannya.
  5. Selalu menyimpan kondom di saku atau dompetnya.
  6. Hafal mati nama-nama hotel dan motel short time (6 jam-an) beserta tarif2nya di wilayahnya, seperti Pondok Wisata, Pondok Nirwana, Pondok Sentosa, FM3, dll.
  7. Mempunyai hand phone lebih dari satu buah dan menjadikan salah satu hand phonenya dengan sim-card prabayar tersebut untuk keperluan kenakalannya yang sewaktu-waktu dapat dibuang, apabila sudah meninggalkan pasangannya.
  8. Dapat melepas pengait BH wanita dan underwear wanita dengan satu tangan dalam hitungan beberapa detik.
  9. Selalu menyediakan tissue kering dan tissue basah di dalam mobilnya.
  10. Seringkali berganti-ganti nama saat berkenalan dengan wanita-wanita.
  11. Selalu tahu cara dan bagaimana agar setiap pada saat berhubungan intim tidak menyebabkan kehamilan.
  12. Mengetahui dan menguasai “the Art of Kamasutra” dan dapat menerapkannya pada saat melakukan variasi fore play dan berhubungan intim dengan setiap wanita.
  13. Mengetahui dengan pasti titik-titik G-Spot wanita dan titik-titik sensitif dari bagian tubuh wanita yang dapat merangsang wanita, sehingga pandai memberikan kepuasan dan orgasme yang tinggi kepada setiap wanita.
  14. Mengetahui fase-fase siklus response seksual dari setiap wanita sehingga pandai mengatur lamanya waktu saat melakukan fore play dan hubungan intim.
  15. Selalu menginginkan setiap wanita melalukan oral sex terhadap dirinya.
  16. Mengetahui cara dan tempat untuk menggugurkan kandungan baik dengan cara tradisional ataupun cara modern.
  17. Mengetahui makanan yang dapat membangkitkan gairah seks.
  18. Tidak memandang wanita dari segi usia, status perkimpoian, ekonomi dan sosialnya, yang penting wanita tersebut bisa memuaskan dirinya.
  19. Pandai membuat obrolan dari obrolan biasa dapat meningkat menjadi obrolan yang mesra dan dapat menggairahkan libido wanita.
  20. Mengetahui obat-obat dan vitamin penambah tenaga agar dapat melakukan hubungan intim menjadi lama dan bergairah.
  21. Pandai menguasai teknik2 berciuman terhadap setiap wanita, seperti French Kiss, dll.
  22. Selalu merangkul wanita dengan berbagai alasan, walaupun wanita tersebut baru dikenalnya.
  23. Selalu percaya diri bila berhadapan dengan setiap wanita.
  24. Berusaha menambah nilai credit point, sudah berapa banyak wanita yang telah “diperawani” olehnya. Semakin banyak daftarnya, maka semakin banggalah ia menjadi seorang penjahat kelamin.
  25. Selalu dengan mudah meninggalkan wanita yang sudah ia “perawanin” dan ia tiduri dengan berbagai alasan agar tidak dituntut lebih jauh untuk bertanggung jawab. Prinsipnya “HIT and RUN”.
  26. Cowok penjahat kelamin selalu berusaha dengan cara dan alasan apapun melakukan hubungan seks dengan wanita dengan biaya seminimal mungkin. Karena semakin rendah biaya yang dikeluarkan, maka dia akan menganggap bahwa berhubungan intim dengan wanita tersebut sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan biayanya yang banyak. Dengan prinsip, “keluar uang sedikit2nya dan nikmat setinggi2nya”.
  27. Pandai melakukan fantasi seksual dengan cara apapun.
  28. Jarang melakukan masturbasi, karena dia beranggapan dapat memperoleh seks setiap saat dengan mudah terhadap setiap wanita yang ditemuinya.

Heheheeeee... ada yang ngerasa ngga?

Kung Ugi





From: titik haryati






Prisani lampiran niki, bar cha...cha  sukune njur keseleo, le tindak njur deglag deglig niko lho kados sing sek sek belajar mlampah nek lare umur 1.5 th.

Sing setunggale sek medal nggayane, gawan bayi.... genit......

th

Wednesday, February 3, 2010

Pembukaan.JPG

From: Wira


nemu lg foto bln Oktober 2008
sebagian sakit hati dah terbayar tgl 7 maret kemarin di P1000
kita tunggu lanjutan-nya

modal kebo pinjeman mlebu tv

Ha3.. Liat si Jose Rizal. Cuman angon kebo njur dadi terkenal diliput
media dimana2.. Tapi nek pas diwawancarai cara ngomonge ra mutu babar
blas..

kayane saiki gampang yo pengen terkenal. Ide seng aeng2 mesti mlebu tv.