Saturday, January 30, 2010

Sinta, Anak Rahwana Yang Menginginkan Kencana Hingga Terjerat Nafsunya Sendiri



Anak siapakah sebenarnya Sinta itu? Demikian A. Kosasih bertanya kepada Berita Buana.

Sementara orang berkata, bahwa Sinta adalah putra dari seorang bidadari Batari Tari atau Kanun isteri Rahwana. Apapun kata orang, tak mengurangi nilai bahwa Sinta menjadi titisan Batari Widawati isteri Wisnu.

Pada bulan ke-7 Kanun sedang "mitoni" kehamilannya, tiba-tiba gegerlah istana Alengka, karena bayi yang akan dikandung itu diramalkan oleh para pendeta yang hadir dalam pesta, kelak akan menjadi "isteri" Rahwana (ayahnya sendiri). Rahwana naik pitam. Ia bangkit dari singgasananya dan akan memenggal kepala Kanun, sebelum terlaksana tiba-tiba terkilas dalam otak Rahwana, pikirnya: "Ah, siapa tahu besok anakku cantik. Kalau begitu, biar saja kutunggu."

Dasar rakus!

Benar juga, dikala Rahwana sedang dinas luar, permaisurinya melahirkan seorang bayi wanita berwajah cantik bersinar laksana bulan purnama. Wibisana (adik Rahwana) yang suci dan penuh dengan perikemanusiaan itu , segera mengambil bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam ketupat Sinta, kemudian dilabuhkan ke dalam sungai. Hanya Dewa lah yang mampu menolongnya, demikian pikir Wibisana. Ia segera menciptakan mega mendung yang hitam itu menjadi seorang bayi laki-laki yang kelak akan bernama Megananda atau Indrajit.

Syahdan seorang pertapa bernama Prabu Janaka dari negeri Mantili, memohon kepada dewa agar dianugerahi keturunan. Betapa terkejutnya ketika membuka mata, mendengar tangis bayi dalam ketupat hanyut terapung di sungai. Bayi tersebut diambilnya dengan gembira dibawanya pulang diangkat sebagai anaknya. Karena bayi tersebut diketemukan dalam ketupat Sinta, maka ia diberinya nama Sinta. Sesudah berumur 17 tahun Sinta membikin geger seluruh pemuda, baik taruna-taruna dalam negeri maupun luar negeri. Kalau sekarang pasti ayahnya repot menerima tamu, dan telpon, bahkan mungkin mengunci teleponnya dengan "gembok".


"Saking judegnya", maka dibuatlah sayembara. Barang siapa yang mampu menarik busur raksasa pusaka negara Mantili, itulah jodoh Sinta.

Dasar jodoh, Ramawijaya yang sedang sekolah dan berguru kepada Brahmana Yogiswara, dianjurkan untuk mengikuti sayembara. Terang saja, Rama berhasil, karena ia adalah Wisnu "ngejawantah". Pertunangan dan perkawinan sekaligus dimeriahkan dengan pesta pora, baik dinegeri Mantili maupun di Ayodya. Namun nasib kurang baik bagi mereka berdua, pada saatnya menimkati bulan madu, tiba-tiba mahkota miliknya diminta oleh Kekayi, ibu tiri Rama.

Dasarata Ayah Rama diminta supaya menyerahkan mahkota kepada Bharata (adik Rama). Sedang Rama, Sinta serta Laksmana harus meninggalkan istana memasuki hutan belantara 13 tahun lamanya.

Dalam pembuangan di hutan, Sinta tak kuasa menahan keinginannya untuk menguasi Kijang Kencana yang menggodanya, yang bukan semestinya dimiliki oleh seorang yang sedang prihatin. Apa yang gemerlapan itu, semula dikiranya akan dapat membahagiakan dirinya, tetapi justru sebaliknya. Bukan Kijang Kencana yang dapat di tangkap, tetapi malahan ia ditangkap dan ditawan nafsunya sendiri, yang diwujudkan Rahwana. Pendek kata ia "diruda paripaksa", dimasukkan sangkat emas di Alengka kurang lebih 12 tahun lamanya.

Manakala kemudian Rahwana dikalahkan oleh Rama dan Sinta dibebaskan, maka untuk membuktikan bahwa selama dalam penguasaan Raja Alengka itu Sinta belum ternoda, ia harus "diuji" dengan dibakar oleh api. Menurut cerita ki Dalang, Sinta memang lolos dari ujian, karena tidak mati terbakar. Ini membuktikan bahwa Sinta memang belum sampai terjamah oleh Rahwana.

Cerita tersebut di atas menggambarkan bahwa : Jika orang mengejar sesuatu dengan nafsu dan tanpa kewaspadaan, makan apa yang dianggapnya akan membahagiakan dirinya itu justru akan mendatangkan malapetaka.

IR SRI MULYONO

BUANA MINGGU , 9 MEI 1976


SUAMI TAKUT ISTRI

From: *syauqi yahya*

SUAMI TAKUT ISTRI


Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para
suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi
suami terhadap istri.

Salah seorang malaikat berkata: "Coba para suami bentuk dua barisan,
satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi
untuk suami yang di-dominasi oleh istri."

Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada
satu suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri', yang
lainnya berada dalam barisan "suami yang didominasi istri".

Melihat itu, marahlah malaikat: "Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah
suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya?
Lihat pria ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!", sambung
malaikat, "Kau membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga
hanya engkau yang berada di barisan ini."

Pria itu berkata: "Nggak tahu, tadi saya disuruh istri saya berdiri di
sini, nggak boleh ke mana-mana."

emprit mendelik

Tweety

kung dan emprit

Ada juga ya kartunnya.

Friday, January 29, 2010

Melon


From: Agus Dwi Rahardjo

dirty melon... :D

Di laut ...


From: <mes_jakarta1

Perjalanan menuju floating office . . .

Wednesday, January 27, 2010

Mie Ongklok dan sate sapi pak Muhadi, wonosobo

From: widiarto

Salah satu mie yg asyik di wonosobo...