Sunday, January 24, 2010

BELAJAR DARI KURA-KURA




 

BELAJAR DARI KURA-KURA

Refleksi / Renungan.

 

 

Hidup di Jakarta,rasanya makin menyiksa , tiap hari aku berangkat pagi buta

Tetapi jalan sudah padat dimana-mana.

Menyemut mobil dan motor roda dua, berimpit meliuk-liuk ke sini-sana.

Hujan sedikit banjir lalu macet luar biasa, waktu terbuang sia-sia.

Tua di jalan nasib derita semua .

 

 

Sepanjang hari aku tergesa-gesa, seperti lari dikejar anjing gila.

Pikiran gundah gulana,penuh rencana.

Sekarang pukul berapa ? , Pagi ini ada janji dengan siapa ?

Tak habisnya kupunya kerja, sibuk terus namun hidup terasa hampa.

 

 

Makan langsung telan, habis perkara., mengemudi kendaraan tegang bak berlomba

Terengah –engah naik turun tangga , ponsel kugenggam kemana-mana,

Tidak punya waktu untuk keluarga sanak saudara. Apalagi berlibur atau berolahraga.

Pulang larut malam,lesu tak berdaya, padahal ingin hidup sehat dan lama.

 

 

Tuhan memberi waktu sebagai karunia, bagaimana menggunakan secara bijaksana ?

Apakah santai ataukah tergesa-gesa ? Sebenarnya apa ynag paling utama ?

Kuantitas prestasi atau kualitas karya mulia.

Apakah ukuran hidup mulia ?, kebahagiaan yang diukur angka,

Ataukah kedalaman makna ?

 

 

Aku jadi bertanya-tanya, siapakah lebih bijaksana, manusia ataukah kura-kura ?

Tolong aku belajar dari kura-kura, tugasnya tuntas langkahnya mantap sentosa

Umurnya panjang dua kali manusia, merasa cukup seadanya dan puas lega,

Karena punya waktu baca buku dan berdoa. Amin.

No comments:

Post a Comment