Wednesday, January 13, 2010

Paradoks,Ironi dan tragedi: PSSI mau rekrut pemain asing masuk Timnas melalui naturalisasi...



Berita itu saya baca melalui ticker yang ada disalah satu TV Nasional bahwa PSSI akan merekrut pemain asing masuk Tim Nasional (Timnas) melalui proses naturalisasi. Artinya pemain asing tersebut dihadiahi kewarga-negaraan apabila mau direkrut masuk sebagai pemain Tim Nasional. Tampaknya, PSSI dengan sekjennya, Nugraha Besus, sudah kehilangan akal untuk menorehkan prestasi bagus dibidang olah raga sepak bola. Tentu ini bukan suatu ide yang cemerlang karena dilahirkan dari pemikiran jangka pendek yang tidak strategis bila di ukur dari kacamata jangka panjang.

Paradoks: Bagaimana tidak dikatakan paradoks. Negara kepulauan dengan jumlah penduduk melebihi 200 juta, Indonesia tidak bisa menemukan 11 pemain tangguh untuk mengisi Timnas. Nenek moyang kita adalah pelaut yang tangguh, pekerja keras, petani yang ulet,serdadu yang mumpuni di jaman Majapahit dan sriwijaya. Mereka sudah teruji ber-abad abad yang manusia pejuang yang pemberani. Mosok dari trah mereka yang begitu luar biasa, tidak bisa diperoleh 11 orang yang pintar,pandai dan jago bermain bola????

Ironis: Kebijakan PSSI merekrut pemain asing sungguh sangat ironis dilihat dari upaya pembinaan pemain dalam jangka panjang. Gagasan dan ide untuk merekrut pemain asing adalah ide atau gagasan liar. Lahir dari pandangan yang sempit, cupat dan konsumtif. Ide itu tampaknya mau diadopsi dari negara Timur Tengah yang miskin sumber daya manusia tapi kaya sumber daya alam. Yang patut mencontoh hal tersebut mestinya Singapura, Hongkong atau Macau, negara kota yang penduduknya sangat minim tapi kaya. Tapi negara-negara kota itupun belum mengadopsi kebijakan seperti itu. Hanya PSSI tiba-tiba nyeleneh, meniru apa yang dilakukan oleh sebagian negara-negara Timur Tengah yang kaya minyak.

Tragedi: Kebijakan seperti itu, merekrut pemain melalui proses naturalisasi, tentu saja merupakan tragedi bagi anak bangsa. Alih-alih dibina dan ditingkatkan kemampuannya melalui gelar kompetisi sejak usia dini, PSSI malah mengambil alan pintas, dengan merekrut pemain asing. Kalau semua kebijakan para petinggi dan elit di Republik ini, mencontoh apa yang dilakukan PSSI, bisa-bisa semua anak bangsa jadi gembel, gepeng dan pengemis. Bayangkan kalau semua kegiatan dan profesi di Indonesia ini di sub-kontrak-kan kepada tenaga asing, kemana anak bangsa akan berkarya di negeri ini. Jangan-jangan birokrasipun mau di outsourcingkan kepada pihak luar karena  alasan kemampuan, kapasitas dan kapabilitas anak bangsa.

Mungkin hanya satu yang tidak akan di sub-kontrakkan yaitu kesempatan menjadi anggota DPR. Mengapa? Karena disitu ada kemewahan untuk dapat bergerak di lorong-lorong kekuasaan demi materi,ambisi dan kemapanan. Di DPR orang tidak perlu kerja keras. Cukup bermodalkan suara keras, tampang yang garang dan meng-create pertanyaan-pertanyaan yang nyinyir!

Lalu bagaimana dengan kebijakan PSSI merekrut pemain asing untuk masuk Timnas. Sebaiknya ide tersebut dibuang ketempat sampah. Ide  atau gagasan itu semakin memperlihatkan bahwa sekjen PSSI, Nugraha Besus, memang betul-betul tidak Becus. Capeee deeeehhh.....:(:(:(:(:(

Jack.

No comments:

Post a Comment