Monday, March 5, 2012

"Blackberry" Hilang Lion Air pun Dituntut



From: Dody®

Jambi, CyberNews. Seorang penumpang Lion Air menuntut perusahaan penerbangan itu setelah mendapati telepon genggamnya hilang di dalam bagasi.

"Saya sudah berulangkali menanyakan kepada pihak Lion Air namun hingga kini tidak ada kejelasan. Untuk itu, kami datang ke sini menuntut tanggung jawab pihak Lion Air," ujar Mardiati (47) di Jambi, Kamis (1/4).

Mardiati mengaku HP miliknya bermerek "Blackberry" hilang di dalam bagasi saat anaknya berangkat dari Jambi menuju Yogyakarta pada 24 Maret 2010.

Berdasarkan pantauan, Mardiati datang ke kantor perwakilan Lion Air di komplek bandara Sultan Thaha Saefudin Jambi bersama salah seorang anaknya yang bernama Dimas (16) dan didampingi beberapa keluarganya. Mardiati bersama keluarganya langsung menanyakan pertanggung jawaban pihak Lion Air atas keluhannya tersebut.

Kurang puas dengan jawaban salah seorang staf Lion Air, Mardiati bersama keluarganya sempat marah sehingga mengundang kerumunan para pengunjung bandara yang penasaran akan kejadian tersebut. Beberapa orang dari tim pengamanan bandara terpaksa diturunkan guna menenangkan kejadian tersebut.

Menurut Mardiati, anaknya yang bernama Dimas pada 24 Maret 2010 pergi ke Yogyakarta sekaligus membawakan satu unit HP merek "Blackberry" yang dibelinya dengan harga Rp3 juta lebih untuk diberikan kepada anak Mardiati lainnya yang sedang kuliah di Yogyakarta.

Merasa ingin lebih aman di perjalanan, Mardiati menyimpan HP tersebut bersama baju dan barang lainnya dalam satu tas dan dimasukan ke dalam bagasi. Namun, setelah sampai di Yogyakarta sekitar pukul 16:00 WIB Dimas memberitahukan bahwa HP bersama tas yang ada di bagasi diketahui belum sampai juga.

"Hingga malam anak saya di Yogyakarta menelepon bahwa HP dan tas di bagasi belum sampai juga. Bahkan kata staf Lion Air di Yogyakarta, tasnya baru bisa diambil keesokan harinya, alias tidak bisa diambil saat itu juga. Alasannya, penerbangan saat itu overload," katanya.

Setelah keesokan harinya, anaknya kembali datang mengambil tas yang ada di bagasi. Namun setelah dicek, HP yang sebelumnya tersimpan di dalam tas telah hilang. Sementara barang lainnya masih utuh.

"Yang saya ingin tanyakan di sini kenapa barang saya bisa menginap hingga satu malam. Saya takut ini terjadi juga pada penumpang lainnya. Saya juga meminta melihat rekaman CCTV pada waktu pengecekan barang. Jika barang berharga tidak boleh masuk bagasi kenapa anak saya tidak diingatkan," katanya.

Secara terpisah, Chief Station Handling maskapai Lion Air di Bandara Sultan Thaha Jambi, Mardanus mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan atas kejadian tersebut.

( Ant / CN13 )

--

No comments:

Post a Comment