Thursday, March 1, 2012

Terapi unt paidi dan jeng qiqi

Bagaimana Menghadapi Suami yang
Suka Berdandan Perempuan?
Merry Wahyuningsih : detikHealth
detikcom - Jakarta, Saya sudah menikah selama
12 tahun dan memiliki 3 anak, suami saya suka
memakai atau berdandan seperti wanita, tetapi
suami saya hanya menyukai atau tertarik lawan
jenis (wanita).
Dia sudah memiliki kelainan ini sebelum
bertemu saya, tetapi saya baru tahu setelah
menikah. Setelah saya bertanya-bertanya, dia
sejak kecil hanya bermain dengan sepupu
perempuannya, bermain masak-masakan dan
rumah-rumahan seperti anak-anak perempuan
pada umumnya.
Setelah dewasa dia pernah bergaul dengan waria
sehingga semakin mendorong keinginan dia
untuk berdandan seperti wanita. Sudah berkali-
kali dia berusaha untuk berubah tapi tidak bisa.
Apakah bisa disembuhkan? Dan apakah dia bisa
menjadi lelaki normal? Bagaimana cara
penyembuhannya?
Lala (Perempuan Menikah), teawXXXX@
yahoo.com
Tinggi Badan 150 cm dan Berat Badan 50 kg
Jawaban
Sdri.Lala yang baik. Sekilas saya menduga suami
Anda mungkin seorang transvestite, atau individu
yang bisa terangsang jika menggunakan atau
berdandan secara wanita. Bisa sembuh atau tidak
saya tidak berani mengatakan apa-apa karena
perlu konseling untuk menentukan diagnosa.
Terus terang saja sdri.Lala, sebenarnya jika
suami Anda selalu memuaskan Anda secara
seksual, tidak berselingkuh secara fisik maupun
emosi dengan wanita lain selama menikah,
terlepas dari kebiasaan memakai pakaian wanita
di rumah, nampaknya pasangan Anda merupakan
suami dan ayah yang baik bagi Anda sekeluarga.
Jika suami Anda berpakaian wanita di rumah saja
tidak ke publik, saran saya Anda lebih santai
sajalah menerima 'kebiasaan antik' suami Anda.
Toh tidak menyakiti siapa-siapa dan tidak
melanggar hukum. Selamat menikmati hidup :)
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki
pendidikan seksual yang berlatar belakang
psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi
mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi
Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu
Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu
Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan
Masyarakat, Universitas Indonesia.

No comments:

Post a Comment