Sunday, February 12, 2012

Lupakan filtering?


From: <anishariri@gmail.com>

Mengapa Harus Difilter?
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
http://rahard.wordpress.com/2011/08/13/mengapa-harus-difilter/

By Budi Rahardjo

Kasus kerusuhan di Inggris baru-baru ini (dan masih berlangsung -
Agustus 2011) sunguh mengejutkan banyak pihak. Yang disalahkan adalah
kaum muda. Kaum yang tersisish, baik dari segi finansial maupun
keberadaan dalam kehidupan sosial. Entahlah apa latar belakangnya. Saya
bukan pakar sosial dan politik.

Yang menarik adalah adanya upaya dari pemerintah Inggris untuk
menyalahkan teknologi informasi. Katanya teknologi digunakan untuk
berkomunikasi dan mengorganisir kerusuhan. Pertama mereka menyalahkan
BlackBerry sebagai perangkat dan penyedia jasa messaging (BBM).
Pemerintah tidak boleh menyadap tanpa alasan yang jelas. Kemudian
sekarang mereka menyalahkan layanan twitter dan mengancam akan
memblokir twitter di Inggris. Suatu hal yang membuat orang mengangkat
alis. Ini pemerintah Inggris yang pro demokrasi?

 Mengapa menyalahkan teknologi informasi?

Jika benar pihak yang terlibat kerusuhan adalah mayoritas anak muda,
tentu saja mereka akan menggunakan teknologi informasi. Bagi mereka
teknologi informasi bukan hal yang aneh dan tidak bisa dipisahkan dari
bagian kehidupan mereka. Menyalahkan teknologi informasi sama dengan
menyalahkan pena karena digunakan untuk menulis dan berkomunikasi
(mengorganisir kegiatan?). Atau menyalahkan mesin foto copy karena
dapat mudah digunakan untuk membuat selebaran (hasutan). Atau
menyelahkan telepon karena bisa digunakan untuk mengorganisir
kejahatan. Teknologi adalah netral.

Mungkin sulit bagi para imigran digital - orang yang kecilnya hidup
serba analog kemudian sekarang berinteraksi dengan dunia digital -
untuk memahami bahwa teknologi informasi itu  bukan hal yang
menakutkan.

 Mengapa solusinya adalah melakukan filtering?

Ini solusi yang paling gampang diusulkan dan yang sebetulnya secara
teknis paling sulit dilakukan. Bisakah Anda melarang orang untuk
menggunakan pena dan pensil? Tidak bisa.

Pemerintah selalu mengusulkan (mengancam) untuk melakukan bloking.
Secara teknis ini sangat sulit (dan sebetulnya cenderung tidak bisa).
Selain itu sangat mahal. Tapi mereka tetap ngotot. Apa yang terjadi
adalah orang teknis malas berdiskusi dan membiarkan usulan filtering
tetap dilakukan dan diam-diam menertawakan (karena ada banyak jalan
untuk melalui filtering itu). Daripada ribut-ribut dengan orang yang
tidak mengerti, lebih baik membiarkan Pemerintah berbicara semaaunya
dan orang-orang tetap melakukan komunikasi dengan berbagai cara untuk
melewati filter itu.

Pemerintah merasa sudah bisa melakukan filtering dan mendapatkan
pejabatnya kredit bahwa dia bisa. Aha! Mungkin itu yang dicari,
pernyataan yang politically correct dan kreditnya. Sebetulnya mereka
juga tidak terlalu peduli bahwa filtering itu bisa berhasil atau tidak.
Yang penting adalah sudah ada pernyataan dari pemerintah. Semuanya
berada dalam lingkaran ketidakpedulian.

Melakukan filtering dalam tingkat negara adalah sebuah ilusi.
Lupakanlah.

No comments:

Post a Comment